advertisement

Penayangan bulan lalu

Minggu, 09 Oktober 2011

5 Kiat Jaga Payudara Sehat & Indah


PERNAHKAH menyadari berapa banyak orang di sekitar Anda yang menderita kanker payudara? Secara keseluruhan, kini jumlahnya semakin banyak.

Kanker payudara adalah kanker paling umum yang dihadapi wanita. Wanita dengan pengetahuan kesehatan yang luas dan tampaknya berperilaku hidup dengan sangat baik, tetap bisa mendapatkan kanker. Nyatanya, ada beberapa hal yang tidak bisa kita kendalikan, seperti riwayat kesehatan keluarga. Para ilmuwan memprediksi bahwa lebih dari seperempat risiko kanker payudara adalah karena faktor riwayat keluarga.

Kalau kanker sudah menyerang, payudara tidak hanya bermasalah secara kesehatan, tapi juga segi estetiknya. Kanker payudara yang tak segera ditangani menjadikan sel-sel yang menyebar semakin menggerogotinya. Anda tentu tak ingin ini terjadi pada Anda, kan?



Sangat jelas bahwa makan sehat adalah bagian dari tip yang mendukung kesehatan payudara Anda. Jadi, apa yang sebaiknya kita lakukan (atau tidak kita lakukan) untuk menurunkan risiko diri terhadap kanker payudara? Berikut ulasannya untuk Anda, seperti dilansir Eating Well dari para ahli kanker dan ahli gizi.

Jauhi alkohol

Bisa dikatakan, sebagian besar penelitian terkait pencegahan kanker payudara dan diet tidak meyakinkan, menurut Laurence Kolonel MD PhD, direktur program epidemiologi di Pusat Penelitian Kanker Hawaii. Namun, salah satu faktor terkuat adalah minuman beralkohol.

"Bahkan konsumsi satu gelas sehari meningkatkan risiko kanker payudara," katanya.

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah moderat memiliki manfaat untuk penyakit jantung—dan penyakit jantung membunuh wanita jauh lebih banyak daripada kanker—, tapi Anda perlu menimbang keinginan untuk minum. Apalagi, jika Anda memiliki faktor risiko lain untuk kanker payudara.

Pertimbangkan untuk membatasi diri minum satu gelas sehari, karena selebihnya tidak akan memberi manfaat bagi jantung. Jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker payudara, sebaiknya hindari alkohol sama sekali.

Jaga tubuh tetap proporsional

Sebuah artikel yang baru-baru ini diterbitkan jurnal Cancer menemukan bahwa salah satu cara yang paling penting untuk mengurangi risiko kanker payudara adalah menghindari kenaikan berat badan. Ini berarti menyeimbangkan pola makan yang sehat dengan rutin olahraga.

Penelitian juga menunjukkan bahwa jika Anda kelebihan berat badan, pengurangan sekian kilogram sebelum usia 45 tahun dapat mengurangi risiko kanker payudara setelah menopause. Bahkan jika usia Anda telah melewati 40-an, mengelola berat badan melalui olahraga akan sangat membantu.

Sebuah studi pada lebih dari 100.000 wanita melaporkan bahwa mereka yang melakukan olahraga teratur memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara daripada yang tidak melakukannya. Olahraga dapat membantu menurunkan kadar hormon yang terlibat dalam kanker payudara. Sebaiknya, berkomitmen untuk olahraga teratur, jika Anda belum melakukannya.

Konsumsi lemak secara moderat

Women's Intervention Nutrition Study (WINS)—memfokuskan percobaan klinis pada wanita postmenopause dengan kanker payudara tahap awal—menemukan bahwa mereka yang mengikuti diet rendah lemak secara signifikan mengurangi risiko kanker datang kembali. Mereka juga kehilangan rata-rata sebesar 2 kg setelah tahun pertama mengidap kanker.

Karena berat badan dihubungkan dengan kekambuhan kanker payudara dan tingkat kelangsungan hidup lebih rendah, bisa jadi manfaat utama diet rendah lemak adalah mendorong penurunan berat badan. Karena itu, perhatikan asupan lemak untuk membantu mencegah Anda dari kenaikan berat badan. Atau dengan kata lain, dapat menjadi strategi melawan kanker.

Makan kacang-kacangan

Di negara-negara seperti China dan Jepang di mana makanan olahan kacang kedelai umumnya dikonsumsi, kasus kanker payudara termasuk paling rendah di dunia. Salah satu analisis dari 18 studi menemukan bahwa mengonsumsi makanan olahan kacang kedelai, seperti tofu, tahu, dan tempe, akan sedikit menurunkan risiko kanker payudara.

Tapi, Laurence mengingatkan, jangan tergoda untuk mengonsumsi suplemen kedelai yang dijual di pasaran. Dosis tinggi phytoestrogen yang ditemukan dalam suplemen kedelai dapat berperilaku seperti estrogen dalam tubuh, menyebabkan perubahan sel-sel payudara yang berpotensi menyebabkan kanker. Wanita yang hidup dengan kanker payudara dan wanita yang berisiko tinggi kanker payudara harus menghindari suplemen kedelai.

Makan banyak sayuran dan buah-buahan

Hasil penelitian yang menilai apakah buah-buahan dan sayuran dapat melawan kanker payudara dirasa mengecewakan, tetapi "diet yang kaya buah-buahan dan sayuran cenderung lebih rendah kalori. Dan, dapat membantu menjaga tubuh Anda dalam melawan kanker dan tetap sehat," tukas Laurence.

Cheryl Rock PhD RD, yang mengkoordinasikan Women’s Healthy Eating and Living Study (WHEL) di University of California, San Diego, menemukan bahwa wanita yang makan sedikitnya lima porsi sayuran dan buah-buahan setiap hari (bersama dengan berjalan cepat 30 menit per hari) mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara hingga 50 persen.

"Yang utama, berat badan proporsional. Jika wanita tidak mampu menurunkan berat badan, tapi makan banyak buah-buahan dan sayuran serta olahraga, mereka masih dapat menurunkan risiko kanker dan kekambuhannya," tegasnya.



Sumber : okezone
Baca Selengkapnya »»  

Rawat Organ Seksual Secara Rutin


Ogan intim pada kelamin perempuan adalah salah satu bagian dari tubuh yang harus dirawat secara rutin dan hati-hati. Alat kelamin pada perempuan atau yang biasa disebut dengan vagina dalam kamus wikipedia itu mempunyai arti penting bagi kaum hawa. Kata vagina berasal dari bahasa Latin yang makna literalnya "pelindung" atau "selongsong".

Dokter spesialis kandungan dan ginekologi dari Fakultas Kedokteran/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Dr dr Dwiana Ocviyanti SpOG (K) mengatakan, jangan pernah menyepelekan kesehatan pada organ intim. Alasannya, pada organ itu ternyata banyak penyakit yang akan timbul apabila yang bersangkutan menyepelekan perawatannya.

"Perawatan adalah salah satu cara agar alat kelamin selalu sehat dan agar kita terhindar dari penyakit yang terjadi pada alat kelamin," ucapnya. Pernyataan yang sama juga terlontar dari Pimpinan Mitra Inti Foundation, sebuah lembaga kesehatan di bidang seksualitas dan kesehatan reproduksi, Laily Hanifah MKes. Dia mengatakan, banyak cara untuk merawat organ seksual wanita. "Cara-cara yang dilakukan pun tidak rumit dan bisa dilakukan sendiri," ujar Laily yang aktif melakukan pelatihan terhadap guru bimbingan konseling mengenai pendidikan seksual pada sekolah-sekolah di Jakarta.

Dalam bukunya yang berjudul Kesproholic A-Z tanya jawab seputar masalah seksualitas, dituliskan bahwa terdapat langkah-langkah untuk mengetahui atau melihat kesehatan pada vagina. Satu di antaranya dengan cara memperhatikan cairan vagina. Cairan vagina yang dimiliki perempuan ada yang kental dan cair.

"Bila cairan berwarna bening, cair dan tidak beraroma, maka vagina bisa dikatakan sehat. Tetapi jika cairan mengental, berwarna kuning, hijau atau pekat dan beraroma, besar kemungkinan vagina mengalami infeksi," tutur lulusan Universitas Indonesia Fakultas Kesehatan Masyarakat, 1993 tersebut.

Pemeriksaan juga harus dilakukan secara rutin. Caranya, bisa dilakukan dengan meraba dan memperhatikan vagina. Lalu, perhatikan dengan menggunakan cermin. Kelebihan berat badan juga dapat memengaruhi warna pada vagina, demikian juga dengan bertambahnya usia, maka warna vagina semakin gelap. "Apabila pada saat meraba terdapat benjolan pada bagian-bagian tertentu, segera periksakan ke dokter. Bisa saja terjadi penyumbatan pada saluran disebabkan adanya infeksi," ujarnya.

Dijelaskan oleh Laily, jika mengalami gejala-gejala infeksi pada vagina, jangan langsung mengobati sendiri dengan membeli obat bebas di apotek. Dia juga mengingatkan, jangan sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk dokter kalau tidak ingin mengalami efek samping yang justru akan merugikan diri sendiri.

Selain itu, untuk mengetahui vagina yang sehat dapat dilakukan dengan perlunya mengetahui secara detail dan mendalam siapa pasangan intim Anda. Kondisi saat berhubungan intim pun harus diketahui, sekalipun kondisi baik, bisa jadi Anda dengan pasangan sedang mengalami infeksi yang menular secara seksual.

"Oleh sebab itu, sebaiknya rutin memeriksakan diri dan pasangan ke dokter kesehatan organ reproduksi. Dan ingat, lakukan seks yang cerdas!" tutur Laily.

Laily mengatakan, dalam melakukan perawatan sebaiknya jangan dilakukan di salon dengan cara spa vagina atau perawatan lainnya. Jika hal tersebut dilakukan, maka akan berpotensi mengubah kondisi asam yang ada dalam vagina menjadi basa.

Lebih lanjut dikatakan Laily, kecuali jika terjadi infeksi, maka sesegera mungkin dibawa ke dokter untuk mendapatkan tindak lanjut. Nah untuk hasil pemeriksaan yang lebih baik, disarankan meminta melakukan tes laboratorium. Ini dimaksudkan agar kita tahu, bakteri apa yang ada di dalam organ intim Anda.

"Lakukan perawatan sendiri, dan bisa juga dibarengi dengan meminum yogurt agar mendapatkan hasil perawatan yang maksimal," pesan wanita kelahiran 20 Oktober 1974 itu.


Sumber: okezone
Baca Selengkapnya »»  

5 Cara Tingkatkan Produksi Sperma


KETIKA bicara soal kesuburan pria, semakin tinggi jumlah sperma maka semakin besar kemungkinan Anda untuk membuahi sel telur. Lantas, bagaimana cara meningkatkan sperma?

Jika Anda memiliki jumlah sperma lebih rendah, maka penting untuk meningkatkan jumlah tersebut. Beruntung, ada beberapa cara untuk Anda dapat meningkatkan jumlah sperma yang diproduksi tubuh, mulai dari menurunkan berat badan hingga mengubah jenis pakaian dalam yang Anda kenakan. Berikut, seperti diulas Ehow.

Ganti celana dalam
Ganti celana dalam atau boxer ketat yang selama ini kerap Anda pakai dengan boxer yang lebih longgar. Atau kalau mau, tak usah mengenakan pakaian dalam. Menurut Baby Center, suhu tubuh rata-rata yang agak tinggi membuat sperma tak mampu bertahan. Karenanya, mengenakan pakaian dalam yang terlalu ketat, menyebabkan jumlah sperma Anda bisa lebih rendah.



Olahraga untuk menurunkan berat badan
Menurut AyurHelp.com, orang yang gemuk biasanya memiliki jumlah sperma lebih rendah dibandingkan pria dengan berat tubuh normal.

Hindari menggunakan narkoba dan alkohol
Menurut AyurHelp.com, narkoba dan alkohol adalah semua produk yang dapat membunuh hingga 50 persen dari jumlah sperma Anda saat ini.

Mandi dan berendam air dingin
Mandi ataupun berendam air panas dapat menurunkan jumlah sperma yang diproduksi tubuh Anda. Menurut Baby Center, suhu air panas yang berada di atas suhu rata-rata tubuh Anda, adalah terlalu panas bagi sperma untuk bertahan hidup. Dan, air yang terlalu panas benar-benar dapat membunuh dan menurunkan jumlah sperma Anda.

Berjalan kaki dan naik mobil
Berjalan lebih baik daripada naik sepeda dan mengendarai mobil lebih baik daripada menggunakan sepeda motor. Guncangan konstan dari sepeda dapat menyebabkan trauma ke testis dan membunuh sperma Anda.




Sumber: okezone
Baca Selengkapnya »»